Bobby Nasution Minta Publik Tak Salahkan Penjarah Minimarket, Bukan Kriminal Tapi Bertahan Hidup

Tapanuli Tengah PIB
Banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara memutus akses transportasi dan membuat distribusi bantuan tidak dapat berjalan normal.

Kondisi ini memicu aksi warga di Tapanuli Tengah dan Sibolga yang terekam dalam video viral saat mengambil bahan makanan dari minimarket yang sudah kosong karena darurat.

Pemerintah daerah menjelaskan bahwa situasi tersebut terjadi akibat suplai logistik tidak bisa masuk selama beberapa hari.

Sejumlah kawasan di Tapanuli Tengah masih terisolasi karena jalur darat tertutup material longsor.

Pemprov Sumut menyebut distribusi makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok tersendat sehingga warga menunggu terlalu lama tanpa pasokan.

Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan bahwa tindakan warga tidak dapat dipandang sebagai kriminal murni, karena banyak keluarga bertahan tanpa makanan dalam keadaan darurat.

Distribusi bantuan kini diprioritaskan melalui jalur udara untuk wilayah yang tidak dapat diakses kendaraan.

Sementara itu, jalur darat tetap digunakan untuk daerah yang masih bisa dilalui, meski hanya kendaraan kecil yang mampu masuk.

Wakil Gubernur Surya menyampaikan bahwa logistik sebenarnya tersedia, namun kendalanya adalah rute menuju titik terdampak yang belum terbuka sehingga beberapa pengiriman harus dialihkan melalui jalur Subulussalam di Aceh.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa warga yang mengambil makanan tidak melakukan penjarahan dengan niat merusak.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai respons bertahan hidup karena mereka hanya mengambil kebutuhan dasar.

Hingga kini, Tapanuli Tengah dan Sibolga masih menjadi titik terparah dengan jalanan yang belum bisa dibersihkan sepenuhnya sehingga membuka akses menjadi prioritas utama agar distribusi bantuan kembali lancar. ( Red ).

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *