Sergai, Sumut PIB Akses vital penghubung antara Dusun IV Siku, Desa Gempolan (Kecamatan Sei Bamban) dan Dusun III Betung, Desa Silau Rakyat (Kecamatan Sei Rampah), Kabupaten Serdang Bedagai, kini nyaris putus total. Jembatan kecil yang menjadi jalur utama mobilitas dan perekonomian warga tampak miring, amblas, dan tak lagi dapat dilalui kendaraan.
Pantauan di lapangan menunjukkan badan jembatan turun drastis akibat erosi dan minimnya perawatan. Warga terpaksa menghentikan aktivitas pengangkutan hasil kebun dan sawah karena akses tidak bisa digunakan sama sekali.
Seorang warga bermarga Sihombing mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami mohon pemerintah segera turun tangan. Jangan tunggu ada korban. Ini satu-satunya jalan kami untuk sekolah dan mengangkut hasil pertanian,” ujarnya.
Kerusakan yang telah berlangsung lama ini membuat aktivitas ekonomi dua desa lumpuh. Hasil panen seperti sawit, padi, kelapa, hingga kebutuhan harian warga tertahan. Anak sekolah juga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berbahaya.
Warga menyebut kondisi semakin parah terutama saat musim hujan. Jika dibiarkan, jembatan dikhawatirkan akan roboh total dan memutus hubungan antar dua desa itu.
Kepala Desa Gempolan, Pahala Doli Siahaan, saat dikonfirmasi pada Jumat (5/12/2025) pukul 08.30 WIB, membenarkan kerusakan berat tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak desa telah berkali-kali mengusulkan perbaikan kepada Dinas PUTR Kabupaten Serdang Bedagai.
“Sudah lama kami ajukan. Setiap tahun kami usulkan ke PUTR karena itu kewenangan mereka. Tapi jawabannya selalu sama: belum ada anggaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi jembatan kini benar-benar tidak bisa dilintasi, termasuk sepeda motor, jetor, dan alat pertanian.
Warga Gempolan dan Silau Rakyat meminta pemerintah kabupaten hingga pemerintah provinsi turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengambil tindakan cepat sebelum terjadi kecelakaan atau korban jiwa.
Bagi masyarakat, harapan mereka sederhana: akses utama desa kembali aman dan layak dilalui. Hingga kini, warga masih menunggu dengan penuh kecemasan, berharap jalan penghubung kehidupan mereka tidak dibiarkan runtuh begitu saja. (Red)
