Serdang Bedagai PIB.com
Lebih dari lima tahun Dedy Iskandar menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), publik tentu berhak mempertanyakan sejauh mana kinerja dan keberhasilan program pertanian yang telah dijalankan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar.
Dikutip dari berbagai sumber, Dedy Iskandar mulai menduduki jabatan tersebut pada Juli 2021. Kini, setelah lebih dari lima tahun, pertanyaan mendasar muncul, apakah petani di Kabupaten Sergai benar-benar semakin sejahtera, atau justru masih menghadapi persoalan seperti sulitnya petani mendapatkan pupuk, progam yang tidak merata, keterbatasan akses bantuan, kelompok tani yang diduga hanya formalitas tanpa pernah diberdayakan, dan keluhan lainnya.
Pertanyaan ini bukan sekadar kritik, ini merupakan bagian dari fungsi kontrol masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara dan kinerja pemerintahan daerah.
Beberapa pertanyaan publik muncul,
ANGGARAN BESAR, APA HASILNYA..?
Publik berhak mendapatkan jawaban, jangan sampai bantuan hanya berhenti diatas kertas.
Dalam investigasi pembangunan pertanian, keberadaan dokumen program belum cukup, yang jauh lebih penting adalah membandingkan antara anggaran, pelaksanaan dan hasilnya di lapangan.
Agar masyarakat tidak hanya disuguhi laporan bahwa program telah dilaksanakan, tetapi juga dapat melihat dampak nyata program tersebut terhadap kehidupan petani.
Anggota kelompok tani merasa kecewa terhadap kinerja Dinas Pertanian Sergai dibawah kepemimpinan Dedy Iskandar.
Sebagai anggota kelompok tani mereka mengaku tidak pernah mendapat informasi apapun terkait kegiatan atau program yang sedang dijalankan oleh Pemerintah.
“Aku anggota kelompok tani bang, tapi entah apa manfaatnya jadi anggota kelompok tani aku gak tau, gak jelas, progam gak pernah ada, kami gak pernah mendapatkan informasi apapun terkait progam pemerintah sudah bertahun-tahun,, seolah kelompok tani ini hanya formalitas saja,” ungkap anggota kelompok tani yang ada di Kecamatan Sipispis berinisial S.
Kinerja Dinas Pertanian Sergai menjadi sorotan dan viral dalam pemberitaan media yang ditanggapi oleh warganet yang mengaku sebagai anggota kelompok tani dibeberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Sergai.
” Dinas pertanian Sergei tolong diperiksa KPK karena bantuan pertanian untuk kami sbgai Anggota kelompok tani baik itu OPLA,alat pertanian TDK ada sama sekali bisa kami rasakan dan bantuan bibit dan Insektisida bisa dihitung baru 2 kali dari sejak.thn 2012 jadi kita SBG Anggota hanya formalitas saja supaya biar ada kelompok saja bantuannya tdk ada nama kelompok kami Kelompok tani Pardomuan dusun 4 Sei Priok tolong diperiksa bantuan itu benarkah TDK ada atau ada ttp TDK sampai ke Anggota kelompok,” tulis akun ruslianasirait dari akun tiktok.
“tidak tau kami sebagai petani sawit di desa Damakurat kec. sipispis. apa yg bisa di bantu kepada kami selaku warga yg sangat membutuh kan berupa bantuan pupuk atau bibit sawit atau apa la yg bisa meringan kan kesulitan kami sebagai petani,” tulis akun Store Thamrin.
“Betul sekali itulah karna kiranya perhatian pemerintah khususnya pertanian shgga di nagaraja kami anggota kelompok tani hanya mendapat 2 zak pupuk subsidi utk lahan tanaman pangan/sawah seluas 30 rante,” ungkap anggota kelompok tani berinisial T.
“Saya pun tidak tau apa kerja kadistan ini.
Solar untuk petani pun dibiarkannya petani memperoleh solar dgn cara ilegal tak ada barcode solar untuk petani. Bantuan alsintan pun diduga berkumpul untuk 1 orang saja Bantuan bibit padi tidak di pastikan sampai ke petani dan jika sampai pun apakah ada pungli dalam penebusannya tidak di urusnya,” ungkap ST anggota kelompok tani di Kecamatan Dolok Masihul, serta masih banyak lagi keluhan-keluhan dari masyarakat petani yang tergabung sebagai anggota kelompok tani.
Terkait hal tersebut, irlanjayanews.com sudah melakukan konfirmasi kepada Dedy Iskandar selaku Kadis Pertanian Sergai, tapi Dedy belum memberikan tanggapan.
Perta
