Tebing Tinggi PIB
Di tengah kesibukan masing-masing, ruang seperti ini dinilai semakin langka namun justru krusial untuk menjaga kekompakan.
Kebersamaan tersebut mencerminkan bahwa kekuatan pers tidak hanya terletak pada individu, tetapi juga pada solidaritas kolektif.
Selain itu, isu profesionalisme turut menjadi sorotan. Para peserta sepakat bahwa tantangan jurnalistik saat ini bukan hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam, termasuk masih adanya oknum yang menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi.
Momentum di warung BE Kopitiam ini pun menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya dunia jurnalistik, nilai-nilai kebersamaan dan etika tetap harus dijaga. Selasa, ( 7/4/2026).
Diskusi yang terbangun tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga memperkuat tekad untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
Dengan semangat kebersamaan, para jurnalis dan praktisi hukum yang hadir sepakat untuk terus menjaga kekompakan dan profesionalisme.
Mereka menyadari bahwa masa depan jurnalistik tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh integritas dan solidaritas para pelakunya.
Di tengah secangkir kopi, lahir komitmen: tetap kritis, tetap kompak, dan tetap menjaga silaturahmi bersama orang baik di sekeliling kita.
Selain Silaturahmi ini sambil ngopi dan turut hadir para teman sahabat Tomson Simanjuntak, Jonatan Tambunan, ketua Panwas Lambok Simbolon, Andi Tarigan, Arki Japet Bangun dan Erix Kasi Intel Polres Tebing tinggi
Penulis : K.Hl
